Ayo buka mulut yang lebar, “Pesawat” mau masuh “Hanggar”.. ngeng…
ngeng. Begitu biasa para ibu membujuk anaknya makan. Cara lama seperti
ini tingkat keberhasilannya rendah, bahkan boleh dibilang hanya sedikit
yang berhasil.
Malas mengunyah makanan (di-emut) dan kesulitan memperkenalkan aneka
menu pada anak merupakan beberpa kendala yang biasa dialami para ibu.
Anak-anak emang biasanya enggan mencoba menu baru, apalagi jika
bentuknya tidak menarik.
Oleh karena itu, para ibu biasanya dituntut
agar lebih kreatif dalam memberi makanan anak. Beberapa tip bisa anda
coba antara lain :
Menggunakan perangkat makan bergambar karakter kartun favorit yang
lucu dan menggemaskan dengan warna-warna yang menarik. Katakan pada si
anak bahwa jika ingin melihat gambar kartun kesayangannya secara
keseluruhan, ia harus menghabiskan seluruh makanan.
Cobalah memberinya amakanan pada saat ia sedang bermain. Sebagi
contoh, saat anak tengah asik bermain, akan lebih mudah bagi para ibu
untuk menyuapi mereka dengan menu baru karena perhatiannya tengah
tertuju pada mainan.
Agar anak tidak lagi ngemut makanan, buatlah suatu permainan yang
merangsang anak cepat mengunyah dan menelan makanan. Se3bagai contoh
katakan pada anak untuk menelan makanana pada hitungan ke-10. Pada
hitungan yang sudah ditentukan ia harus membuka mulut dalam keadaan
kosong sebagai ” hadiah” nya ia akan mendapatkan pujian atau kecupan
sang ibu. Dalam beberapa kasus, cara ini cukup efektif dan balita
andapun jadi makin mahir berhitung.
Untuk memancing anak agar mau mencoba menu baru, anda bisa mencetak
nuget buatan sendiri dengan cetakan kue bergambar boneka atau binatang.
Dengan bentuk yang lucu, anak akan tertarik untuk mencobanya.
Suasana makan juga turut menentukan mood anak. Jika dilingkungan
rumah ada taman bermain, tak ada salahnya jika disore hari anda
mengajaknya makan disana. Dengan bertemu teman-teman sepermainannya,
anak biasanya cenderung lebih bersemangat makan. Tentu saja makanan yang
dibawa harus ditutup dengan baik dan benar untuk menghindari debu dan
kuman.
Intinya, usahakan agar anak tidak merasa makan sebagai acara yang
monoton dan membosankan. Buatlah suasana yang menyenangkan agar anak
merasa makan bukan lagi suatu paksaan.
Sumber : Kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar