Melihat
prioritas utama dalam menangani kecelakaan kerja adalah manusia, maka
usaha yang paling tepat dilakukan adalah bagaimana membuat manusia
berdisiplin dan sadar akan bahaya kecelakaan.
Untuk mengetahui
perilaku manusia dalam bekerja maka perlu dilakukan analisa psikologi.
Analisa yang dilakukan dengan melihat pekerja dalam bekerja dari segi
pikiran, perasaan dan tidakan yang merupakan pembentuk perilaku.
Pembangkitan sisi pikiran pekerja
Faktor
pikiran berisi tentang keyakinan seseoarang mengenai apa yang berlaku.
Sekali kepercayaan telah terbentuk, maka keyakinan tersebut akan menjadi
dasar pertimbangan seseorang mengenai perbuatan yang akan dilakukan.
Keyakinan sendiri terbentuk dari informasi yang didapat seseorang. Bisa
saja pekerja berperilaku tidak aman karena tidak mengerti bagaimana cara
berperilaku aman. Oleh karena itu dalam komponen ini direncanakan
program untuk meningkatkan pengetahuan pekerja tentang keselamatan
kerja, yaitu dengan pelatihan singkat, simulasi, dan workshop sesuai
analisa kebutuhan pelatihan.
Pembangkitan sisi perasaan pekerja
Usaha
selanjutnya dalam pendekatan persuasi dalam peningkatan keselamatan
kerja adalah berusaha mengubah reaksi emosional pekerja. Faktor yang
paling berperan disini adalah pembangkitan sisi perasaan dari pekerja
untuk berperilaku disiplin dalam bekerja.
Pada
dasarnya pekerja tahu cara berperilaku yang aman, namun karena berbagai
hal seperti menghemat waktu, menghemat usaha, merasa lebih nyaman, dan
menarik perhatian membuat pekerja menomorduakan keselamatan. Untuk
mengubah pemahaman pekerja ini diperlukan program-program antara lain :
- Kampanye dan Sosialisasi Keselamatan Kerja
- Publikasi Data Kecelakaan Kerja
Pembangkitan Sisi Tindakan
Yaitu
perilaku atau kebiasaan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan
objek lain yang ada disekitar lingkungannya. Ketika lingkungan
sekitarnya tidak nyaman atau mendorong kearah negatif (negatif
reonforcement) maka kecenderungan perilaku manusia tersebut juga ke arah
negatif. Jadi untuk mempengaruhi perilaku seseorang juga harus merubah
lingkungan fisiknya.
Perilaku
tidak aman juga sering dipicu oleh adanya pengawas atau manajemen yang
tidak peduli dengan keselamatan kerja. Pihak manajemen ini secara tidak
langsung memotivasi para pekerja untuk mengambil jalan pintas,
mengabaikan bahwa perilakunya berbahaya demi kepentingan tercapainya
target produksi.
Perilaku tidak aman juga bisa dipicu oleh tidak tersedianya Alat Pelindung Diri di
lokasi kerja. Karena tuntutan deadline pekerjaan, sehingga tanpa alat
pelindung diri pekerja terpaksa melakukan pekerjaan yang berpotensi
bahaya. Jika hal ini dibiarkan maka akan menjadi kebiasaan dalam
bekerja.
Memberikan Reward terhadap pekerja yang selalu berperilaku aman dan sebaliknya Punishment di berikan kepada pekerja yang berperilaku tidak aman.baca artikel lain nya di : safety-start.blogspot.com
Posting ini telah dilihat sebanyak (kali)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar