Minggu, 29 April 2012

Perilaku Kerja Aman Melalui Pendekatan Psikologi

Perilaku Kerja Aman Melalui Pendekatan Psikologi

Melihat prioritas utama dalam menangani kecelakaan kerja adalah manusia, maka usaha yang paling tepat dilakukan adalah bagaimana membuat manusia berdisiplin dan sadar akan bahaya kecelakaan.
Untuk  mengetahui perilaku manusia dalam bekerja maka perlu dilakukan analisa psikologi. Analisa yang dilakukan dengan melihat pekerja dalam bekerja dari segi pikiran, perasaan dan tidakan yang merupakan pembentuk perilaku.

Pembangkitan sisi pikiran pekerja
Faktor pikiran berisi tentang keyakinan seseoarang mengenai apa yang berlaku. Sekali kepercayaan telah terbentuk, maka keyakinan tersebut akan menjadi dasar pertimbangan seseorang mengenai perbuatan yang akan dilakukan. Keyakinan sendiri terbentuk dari informasi yang didapat seseorang. Bisa saja pekerja berperilaku tidak aman karena tidak mengerti bagaimana cara berperilaku aman. Oleh karena itu dalam komponen ini direncanakan program untuk meningkatkan pengetahuan pekerja tentang keselamatan kerja, yaitu dengan pelatihan singkat, simulasi, dan workshop sesuai analisa kebutuhan pelatihan.

Pembangkitan sisi perasaan pekerja
Usaha selanjutnya dalam pendekatan persuasi dalam peningkatan keselamatan kerja adalah berusaha mengubah reaksi emosional pekerja. Faktor yang paling berperan disini adalah pembangkitan sisi perasaan dari pekerja untuk berperilaku disiplin dalam bekerja.
Pada dasarnya pekerja tahu cara berperilaku yang aman, namun karena berbagai hal seperti menghemat waktu, menghemat usaha, merasa lebih nyaman, dan menarik perhatian membuat pekerja menomorduakan keselamatan. Untuk mengubah pemahaman pekerja ini diperlukan program-program antara lain :
  1. Kampanye dan Sosialisasi Keselamatan Kerja
  2. Publikasi Data Kecelakaan Kerja

Pembangkitan Sisi Tindakan
Yaitu perilaku atau kebiasaan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek lain yang ada disekitar lingkungannya. Ketika lingkungan sekitarnya tidak nyaman atau mendorong kearah negatif (negatif reonforcement) maka kecenderungan perilaku manusia tersebut juga ke arah negatif. Jadi untuk mempengaruhi perilaku seseorang juga harus merubah lingkungan fisiknya.

Perilaku tidak aman juga sering dipicu oleh adanya pengawas atau manajemen yang tidak peduli dengan keselamatan kerja. Pihak manajemen ini secara tidak langsung memotivasi para pekerja untuk mengambil jalan pintas, mengabaikan bahwa perilakunya berbahaya demi kepentingan tercapainya target produksi.
Perilaku tidak aman juga bisa dipicu oleh tidak tersedianya Alat Pelindung Diri di lokasi kerja. Karena tuntutan deadline pekerjaan, sehingga tanpa alat pelindung diri pekerja terpaksa melakukan pekerjaan yang berpotensi bahaya. Jika hal ini dibiarkan maka akan menjadi kebiasaan dalam bekerja.
Memberikan Reward terhadap pekerja yang selalu berperilaku aman dan sebaliknya Punishment di berikan kepada pekerja yang berperilaku tidak aman.

baca artikel lain nya di : safety-start.blogspot.com

Posting ini telah dilihat sebanyak (kali)

Bisnis 100% Tanpa Modal

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
SELAMAT DATANG DI WWW.MIMIH-PIPIH.BLOGSPOT.COM MARI SALING BERBAGI PENGETAHUAN DAN TIPS DISINI KILK DI SINI MAU TAMBAHAN GAJI GRATIS